Penting untuk
memperhatikan skala. Jika bicara tentang tidak ada asap pada skala RT tentu
Jokowi bohong karena setiap hari tentu harus ada asap kalau tidak bagaimana
kita makan?? nanti lapar lagi.... aneh jika calon presiden bicara skala RT???
Terakhir kita heboh soal asap dimana dampaknya sampai mengganggu negara
tetangga kita malaysia dan singapura sekitar oktober tahun 2015 atau setahun
setelah Jokowi-JK dilantik. setelah itu?? hampir tidak ada yang besar dan menurut saya ini salah satu gambaran
kita sedang pada jalannya (on the track) untuk mengatasi permasalahan bangsa
ini.
5 tahun masa
pemerintahan adalah waktu yang singkat karena itu menuntut hal yang ideal untuk
dicapai dalam waktu relatif singkat adalah hal yang sangat tidak masuk akal
apalagi ditambah dengan banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh negara kita. Karena
itu akan lebih penting untuk melihat dan menganalisa apakah cara mengatasi
problem bangsa ini sedang pada relnya atau bahkan keluar, daripada berdebat
soal asap yang katanya tidak ada tapi data mengatakan ada walau dengan skala
yang semakin sedikit.
Pada debat kedua kemarin saya mendengar Bapak Prabowo sempat mengatakan soal cara yang
berbeda yang akan diambil jika beliau dipercaya untuk memimpin negeri ini. Disini yang sebenarnya menarik jika calon presiden diminta berdebat
soal jalan yang dipilih untuk mencapai suatu tujuan sehingga kita sebagai
pemilih boleh menilai mana yang masuk akal dan mana yang tidak. Namun walau
mengutarakan hal itu saya sama sekali tidak dapat menangkap mana yang menurut beliau
cara lain untuk mengatasi masalah bangsa ini.
Semoga debat
berikutnya akan menjadi lebih baik dan berkualitas bukan hanya antar capresnya tapi antar kedua tim suksesnya....