Senin, 18 Februari 2019

tentang debat kedua


Penting untuk memperhatikan skala. Jika bicara tentang tidak ada asap pada skala RT tentu Jokowi bohong karena setiap hari tentu harus ada asap kalau tidak bagaimana kita makan?? nanti lapar lagi.... aneh jika calon presiden bicara skala RT??? Terakhir kita heboh soal asap dimana dampaknya sampai mengganggu negara tetangga kita malaysia dan singapura sekitar oktober tahun 2015 atau setahun setelah Jokowi-JK dilantik. setelah itu?? hampir tidak ada yang besar dan menurut saya ini salah satu gambaran kita sedang pada jalannya (on the track) untuk mengatasi permasalahan bangsa ini.
5 tahun masa pemerintahan adalah waktu yang singkat karena itu menuntut hal yang ideal untuk dicapai dalam waktu relatif singkat adalah hal yang sangat tidak masuk akal apalagi ditambah dengan banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh negara kita. Karena itu akan lebih penting untuk melihat dan menganalisa apakah cara mengatasi problem bangsa ini sedang pada relnya atau bahkan keluar, daripada berdebat soal asap yang katanya tidak ada tapi data mengatakan ada walau dengan skala yang semakin sedikit.
Pada debat kedua kemarin saya mendengar Bapak Prabowo sempat mengatakan soal cara yang berbeda yang akan diambil jika beliau dipercaya untuk memimpin negeri ini. Disini yang sebenarnya menarik jika calon presiden diminta berdebat soal jalan yang dipilih untuk mencapai suatu tujuan sehingga kita sebagai pemilih boleh menilai mana yang masuk akal dan mana yang tidak. Namun walau mengutarakan hal itu saya sama sekali tidak dapat menangkap mana yang menurut beliau cara lain untuk mengatasi masalah bangsa ini.
Semoga debat berikutnya akan menjadi lebih baik dan berkualitas bukan hanya antar capresnya tapi antar kedua tim suksesnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar